SOLO— Nama Rozita Rohaizad kembali menghiasi panggung Solo Keroncong Festival 2026. Penyanyi veteran asal Kuala Lumpur, Malaysia itu dijadwalkan tampil bersama The Royal Surakarta Orchestra pada Sabtu, 19 Juli 2026. Bagi Rozita, kehadirannya di Solo bukan sekadar konser. Ini adalah misi: melestarikan keroncong dan irama Melayu agar tetap hidup di tengah generasi baru.
"Keroncong bukan hanya harus asli, ia juga bisa kontemporer. Saya ingin menarik minat anak muda melalui bunyi cak cuk dan cello yang dikemas modern," ujar Rozita dalam wawancara eksklusif dengan Radio Keroncong.
Jembatan Keroncong Melayu-Nusantara
Rozita menyebut dirinya sebagai "jembatan" antara keroncong Malaysia dan Indonesia. Sudah sejak 2015-2017 ia rutin tampil di SKF dan acara budaya di Surakarta. Yang menarik tahun ini, ia akan membawakan lagu terbarunya "Rindu Ini Tetap Ada". Awalnya lagu itu berformat pop ballad, tapi khusus untuk SKF diaransemen ulang menjadi keroncong agung dengan iringan penuh The Royal Surakarta Symphony Orchestra.
"Hasilnya lebih syahdu dan megah. Musik keroncong di Solo tidak hanya asli, tapi juga merangkul berbagai genre sehingga lebih enak didengar audiens kontemporer," jelasnya.
Melihat Lanskap Keroncong Malaysia vs Indonesia
Menurut Rozita, perkembangan keroncong di Malaysia dan Indonesia sangat berbeda. Di Malaysia, komunitas penggiat keroncong semakin mengecil, terutama setelah wafatnya Sultan Johor yang dulu menjadi pelindung utama seni ini. Karena itu ia merasa terpanggil untuk menjadi wakil Malaysia. Tugasnya: menunjukkan bahwa keroncong bisa tampil dengan wajah modern.
"Kita tetap jaga instrumen inti seperti cak, cuk, dan cello. Tapi cara penyampaiannya disesuaikan agar anak muda mau mendengarkan," katanya.
Perjalanan Panjang Sejak 1978
Karier Rozita dimulai sejak 1978 lewat label EMI. Ia bahkan pernah tur ke Amerika sebagai penyanyi latar Anita Sarawak. Ia juga merupakan keponakan dari legenda besar Malaysia, Tan Sri P. Ramlee dan Puan Sri Saloma. Warisan keluarga itu menjadi salah satu alasan kuat ia bertahan di dunia seni. Setelah sempat vakum karena urusan keluarga, Rozita kembali pada 2008 lewat album pop rock Kekal Abadi. Sejak 2010 ia fokus pada Irama Melayu dan Keroncong sebagai delegasi budaya Malaysia ke berbagai negara seperti Australia, Irlandia, dan Skotlandia.
Garis Waktu Karier Rozita Rohaizad:
1978: Debut album bersama EMI & tur Amerika
1981: Bermain di film SETINGGAN & meraih penghargaan soundtrack
2008: Comeback dengan album Kekal Abadi
2010 - Sekarang: Delegasi budaya Irama Melayu ke panggung internasional
2017: Mulai aktif di panggung keroncong Indonesia
Diplomasi Budaya Lewat Nada
Bagi Rozita, musik adalah diplomasi. Melalui Solo Keroncong Festival, ia ingin membuktikan bahwa musik tradisional seperti keroncong punya daya tahan kuat jika dipadukan dengan inovasi dan kerja sama lintas negara.
"Rozita bukan hanya penyanyi. Beliau adalah penghubung tradisi musik Malaysia dan Indonesia," demikian kesimpulan tim Radio Keroncong Indonesia.
Solo Keroncong Festival 2026
Sabtu, 19 Juli 2026
Bersama The Royal Surakarta Orchestra
Alun-Alun Utara Keraton Surakarta Hadiningrat
Dengan suara, sejarah, dan semangat Nusantara, Rozita Rohaizad siap membuktikan: keroncong bisa tetap muda, selama ada yang mau menyanyikannya.
Sampai jumpa di sana.
